Cahaya Hati: GURAUAN RASULULLAH SAW

DAUN

Kamis, 26 Desember 2013

GURAUAN RASULULLAH SAW

 GURAUAN RASULULLAH SAW

Nabi Muhammad SAW, Rasul dan panutan bagi umat Islam, diyakini sebagai manusia yang paling baik budi pekertinya, paling baik akhlak dan tutur katanya. Bahkan Allah pun mengakuinya dalam Al Qur'an. Dengan gelarnya itu, kebanyakan dari kita pasti berpikir bahwa Rasulullah adalah orang yang serius,
tidak pernah main-main, selalu menjaga kata-katanya agar tetap berkelas, sehingga hampir mustahil bercanda.

Padahal, Rasulullah juga manusia sama seperti kita, yang normalnya pasti butuh dan mengerti humor. Memang benar Nabi Muhammad selalu menjaga tutur katanya, namun bukan berarti Nabi Muhammad tidak pernah bercanda. Tentu saja candaan Rasulullah berkelas, dan tidak menyakiti hati orang lain. Kali ini saya hanya sekedar berbagi dua humor yang pernah dilontarkan Nabi Muhammad dalam hidupnya.



  1. Sekali waktu ada seorang wanita paruh baya mendatangi Rasulullah dan bertanya, "Ya Rasulullah, apakah di surga ada nenek-nenek seperti saya?". Rasulullah menjawab, "Di surga tidak ada nenek-nenek". Sang nenek pun menangis dan pergi meninggalkan Rasulullah SAW. Dia berpikir karena di surga tidak ada nenek-nenek, berarti dia tidak bisa masuk surga. Nabi Muhammad SAW pun tersenyum, dan memanggil nenek tersebut. Setelah sang nenek kembali menghampiri Rasulullah, sang pemimpin umat Islam pun menjelaskan perkataannya tadi. "Wahai nenek, di surga memang tidak ada nenek-nenek, karena berapa pun umurnya, entah masih bayi, masih anak-anak, dewasa, atau pun yang tua seperti nenek, semuanya akan menjadi remaja ketika di surga. Jadi, bukan berarti nenek tidak bisa masuk surga". Sang nenek pun berhenti menangis dan berkata, "Alhamdulillah".
  2. Suatu hari Rasulullah SAW sedang bercengkerama dengan para sahabatnya, sambil menikmati kurma bersama-sama. Kurma yang tersedia cukup banyak, sehingga seorang sahabat Rasul ada yang berniat iseng. Setiap dia memakan kurma, bijinya ditaruh di depan Rasulullah. Hingga jumlah biji kurma yang ada di depan Rasulullah cukup banyak. Sang sahabat Rasul pun berkata, "Hai para sahabatku. Lihatlah, di depan Rasulullah, banyak sekali biji kurma. Berarti Rasulullah yang paling banyak memakan kurma". Nabi Muhammad pun tersenyum dan berkata, "Para sahabatku, aku memang memakan banyak buah kurma, namun aku masih menyisakan bijinya. Nah, lihatlah ia, tak sebiji kurma pun ada di depannya. Berarti dialah yang makan kurma paling banyak, karena dia juga makan biji-bijinya". Sontak para sahabat pun tertawa lepas, termasuk sahabat Rasul yang iseng tadi, walaupun sambil menahan malu karena ternyata Nabi Muhammad sudah menyadari keisengannya dan akhirnya ketahuan dan ditertawakan seluruh sahabatnya.
Candaan Rasulullah SAW memang segar, berkelas, cerdas, dan tidak menyakiti hati siapapun. Itulah humor yang bisa membuat manusia tetap sehat dan semakin dekat dalam bersosialisasi. Ingat, bercanda dan tertawa itu penting, namun sebaiknya tidak berlebihan dan tahu etika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.